4 Cara Mengelola Keuangan Usai Lebaran

uang-online
Uang Online

Mengelola keuangan setelah musim Lebaran usai jadi PR tersendiri. Pasalnya, bulan Ramadan dan Lebaran yang berbarengan dengan libur anak sekolah bisa membuat saldo kian menipis.

Dengan momen bersamaan itu, seseorang bisa menjadi sangat boros saat Lebaran. Membeli baju untuk keluarga, memberi “dalam tempel”, belanja oleh-oleh saat mudik, hingga makan-makan dengan keluarga besar.

Buak kamu yang sedang mengalami hal yang sama, Financial Planner Metta Anggriani memberikan tips jitunya. Apa saja? Berikut pemaparannya :

Utamakan kebutuhan wajib

Dengan meningkatnya pengeluaran, ada baiknya mendahulukan kebutuhan wajib seperti zakat dan salam tempel untuk kerabat, baru kemudian disusul kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran. Mengelola keuangan dengan cara ini cukup efektif untuk penghematan sementara.

Manfaatkan diskon

Bila dibandingkan hari biasa, kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan harga. Maka dari itu, personal finance dari Anggriani & Partners tersebut menghimbau memprioritaskan kebutuhan pokok sebagai yang terpenting.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan tersebut, wanita 41 tahun itupun menyarankan untuk memanfaatkan diskon.

Tetap sisihkan uang THR untuk ditabung

Meski pengeluaran lebih besar, bukan berarti berhenti menabung. Kamu tetap harus menyisakan sebagian uang THR untuk ditabung.

Kegiatan menabung ini bukan hanya soal jumlah uangnya, melainkan konsistensi menabungnya yang lebih penting. Lebih baik lagi, jika kebiasaan menabung ini berlanjut setelah Lebaran dari gajian bulanan.

Konsisten setelah Lebaran

Menurut Metta, berpuasa selama sebulan penuh, tentu ada nilai-nilai yang bisa dipelajari. Yaitu ikhlas, sabar, disiplin waktu, seimbang, dan hidup sederhana. Nilai-nilai baik tersebut juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan.

Disiplin waktu misalnya, dalam manajemen keuangan berarti kita harus disiplin melunasi cicilan dan utang sebelum jatuh tempo.

Seimbang berarti mampu mengatur cashflow uang masuk dan keluar. Namun, bukan berarti jadi kelewat hemat dan enggan berbagi. Tetap harus seimbang antara porsi untuk diri sendiri, keluarga, orang sekitar, dan masa depan.

Nilai lain yang bisa diterapkan adalah, hidup sederhana. Yaitu belajar untuk tidak konsumtif serta dapat membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Itulah cara bijak mengelola keuangan usai libur Lebaran. Semoga informasi tadi bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *