Perhatikan 5 Langkah Investor Ini Saat Ekonomi Indonesia Menurun

sistem ekonomi IndonesiaPada siklus ekonomi, kondisi naik turun adalah hal wajar yang pasti terjadi. Di berbagai belahan dunia, negara maju maupun negara berkembang tidak bisa menghindari penurunan ekonomi. Seperti yang terjadi, meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia terjadi tahun 2010-2012 sedangkan pada 2013 cukup lambat. Efek tersebut berdampak bukan hanya bagi sektor riil tetapi juga investor. Yang terpenting Anda harus lakukan adalah menyiapkan langkah tepat untuk menyikapinya. Berikut yang bisa Anda perhatikan.

Investasi di sektor yang sesuai

Siklus ekonomi Indonesia memiliki sektor puncak maupun penurunan, serta stabil. Jika masa pertumbuhan ekonomi sedang tinggi seperti contoh beberapa tahun lalu, Anda bisa investasi pada saham berbasis komoditas. Jika ekonomi Indonesia sedang menurun, fokus pada sektor yang masih tumbuh agar tetap dapat menaruh dana dan mendapatkan hasil lebih baik.

Investasi di sektor dengan permintaannya stabil

Selain memperhatikan sektor yang sedang tumbuh, Anda bisa investasi dengan lebih aman pada kondisi sektor relatif stabil. Coba dengan sektor konsumsi karena pada dasarnya orang-orang memenuhi kebutuhan sehari-hari walau kondisi ekonomi tidak baik. Tetapi permintaan memang mungkin tidak seramai seperti biasanya, namun Anda masih dalam posisi aman dibanding sektor lain.

Memiliki Strategi Jalan Keluar

Ketika sudah siap dana untuk berinvestasi masuk, jangan lupa siapkan jalan keluar. Kapan Anda akan keluar menarik dana dari pasar. Tetapkan di awal karena tanpa perencanaan yang matang akan membingungkan Anda. Jika salah menentukan exit strategy bisa saja Anda melewatkan potensi keuntungan yang datang dan mengalami kerugian karena telat meninggalkan sektor pasar.

Diversifikasi

Untuk meminimalisir risiko Anda perlu melakukan diversifikasi atau penyebaran aset. Strategi tersebut berlaku untuk menyelamatkan aset yang sedang mengalami penurunan karena masih ada harapan dari aset lainnya. Penyebaran aset ini berlandaskan melalui pertimbangan bahwa sebaik apa pun analisis dan perhitungan Anda, masih ada kemungkinan kesalahan. Jadi, diversifikasi juga penting untuk menguranginya. Anda bisa memisahkannya dari kelas yang berbeda misalnya emas dan saham atau reksa dana dan saham. Bisa pula kelas yang sama tetapi sektor berbeda seperti membeli saham pada sektor perbankan dan konsumsi.

Beberapa langkah di atas adalah salah satu cara mempersiapkan rencana matang. Jalankan dengan sabar dan tenang adalah kunci seorang investor terbaik. Karakter tersebut diperlukan dalam kondisi ekonomi Indonesia yang sedang naik dan turun. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *